Senin, 01 November 2010

Strategy of Information Integration (SII)


        Strategi Integrasi merupakan sebuah rencana integrasi ke depan, integrasi ke belakang,  dan integrasi horizontal kadang semuanya disebut sebagai integrasi vertikal. Strategi integrasi vertikal memungkinkan perusahaan dapat mengendalikan para distributor, pemasok, dan / atau pesaing.
         Informasi adalah pengetahuan yang didapatkan dari pembelajaran, pengalaman, atau instruksi. Namun demikian, istilah ini memiliki banyak arti bergantung pada konteksnya, dan secara umum berhubungan erat dengan konsep seperti arti, pengetahuan, negentropy, komunikasi, kebenaran, representasi, dan rangsangan mental.



        Strategi integrasi dibedakan menjadi tiga, yaitu:


  1. Integrasi ke depan (Forward Integration) merupakan strategi untuk memperoleh kepemilikan atau meningkatkan kendali atas distributor atau pengecer,
  2. Integrasi ke belakang (Backward Integration) merupakan strategi untuk mencari kepemilikan atau meningkatkan kendali atas perusahaan pemasok, dan
  3. Integrasi horisontal (Horizontal Integration) merupakan strategi untuk mengendalikan para pesaing


STRATEGI INTEGRASI VERTIKAL

         Strategi integrasi vertikal (vertical integration strategies) merupakan strategi yang menghendaki perusahaan melakukan penguasaan yang lebih atas distributor, pemasok dan atau para pesaing baik melalui merjer, akuisisi, atau membuat perusahaan sendiri.

         Perusahan tertarik melakukan integrasi vertikal didasarkan atas alasan:
1) dapat menciptakan "barrier to entry" bagi pendatang baru,
2) memberikan fasilitas investasi,
3) menjaga kualitas produk, dan
4) memperbaiki penjadualan.

        Strategi integrasi vertikal juga memiliki kelemahan, yaitu:
1) kelemahan dalam hal biaya,
2) teknologi, dan
3) adanya permintaan berfluktuasi.

Note :
Kelemahan permintaan fluktuasi tidak terjadi ketika perusahaan menggunakan strategi integrasi ke belakang, karena perusahaan telah menguasai pasar dengan baik


Tidak ada komentar:

Posting Komentar